Kendaraan Listrik Dipacu

Kendaraan Listrik Dipacu

Percepatan program kendaraan bermotor listrik dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Presiden di Jakarta, Senin (14/1/2019) Sore.

Hadir dalam rapat itu, antar lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perindustrian Airlannga Hartarto, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong dan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution.

“Strategi bisinis negara ini harus mulai diatur sehingga nanti kita bisa melompat menuju ke produksi sepeda motor ataupun mobil yang memiliki daya saing baik di pasar domestik maupun pasar ekspor.” kata Presiden.

Rapat membahas peta jalan pengembangan kendaraan listrik. Tahun ini program kendaraan listrik diperkirakan bisa dimulai. Airlangga bahkan menargetkan sekitar 20 persen kendaraan di Indonesia pada 2025 sudah berbasis listrik. Angka itu setara dengan sekitar 400.000 unit mobil dan 2 juta unit sepeda motor.

Intensif

Pemerintah dinilai harus memilik strategi yang jelas untuk pengembangan kendaraan listrik nasional, peta jalan kendaraan listrik dibutuhkan untuk membantu pengembangan industri pendukung dan memperkuat rantai pasok sektor ini. Di satu sisi, insentif diperlukan agar pengembangan mampu tumbuh pesat.

“Peta jalan kendaraan listrik juga menyinggung penguatan industri baterai di dalam negeri. Tentu memerlukan insentif agar pengembangan kendaraan listrik bertumbuh pesat.” Direktur Eksekutif Institute for Essential Services (IESR) Fabby Tumiwa.

Di dalam negeri, pengembangan produksi baterai kendaraan listrik sedang dirancang oleh PT Pertamina (Persero). Dalam proyek uji coba yang melibatkan perguruan tinggi, pertamina berhasi memproduksi baterai untuk sepeda motor listrik. Namun, belum ada rencana pengembangan berskala massal.

Menurut rencana, tak ada bea masuk kendaraan berbasis listrik. Selain itu, pajak penjualan (PPnBM) kendaraan listrik akan lebih rendah. PPnBM kendaraan listrik disebutkan akan 50 persen lebih rendah daripada kendaraan biasa. Insentif serupa juga akan diberikan kepada industri pendukung, seperti Industri baterai, industri pengisian listrik dan industri pembuat komponen.

Beberapa pemegan merek kendaraan, seperti Hyundai, Toyota dan Nissan, disebutkan sudah menyampaikan niat memproduksi kendaraan listrik. Pemerintah, kata Airlangga akan terbuka. Sebab, fasilitas dibuka baik untuk pemegang merek lama maupun baru. Pemerintah membuka peluang untuk kendaraan hibrida, listrik, ataupun sel bahan bakar

 

Sumber : Jakarta Kompas, Kompas 15 Januari 2019

Share this post

Post Comment