Ilhan Abdullahi Omar – Pengungsi di Kursi Kongres

Ilhan Abdullahi Omar – Pengungsi di Kursi Kongres

Ilhan Menjadi bagian dari perubahan bersejarah dalam lembaga legsilatif AS. Dari 435 anggota DPR AS yang dipilih pada pemilu 2018, teradapat 102 perempuan. Mereka juga terdiri dari beragam latar belakang . Ada muslim, latin, penduduk asli AS dan Afrika-Amerika.

Meski berdarah Somalia, pada setiap kesempatan, Ilhan selalu menekankan bahwa ia bukan perwakilan dari Somalia, masyarakat muslim ataupun generasi milenia. “Saya wakil rakyat yang kebetulan menyandang semua identitas marjinal itu”. Katanya tegas.

 

Pengaruh Keluarga

Ilhan dan keenam kakaknya dibesarkan oleh ayah dan kakek mereka karena ibu mereka meninggal saat Ilhan berusia 2 tahun. Keluarga itu terpaksa pergi keluar Somalia untuk menyelamatkan diri setelah kelompok milisi bersiap menyerang rumah mereka saat tengah malam.

Ketika tinggal di pengungsian, ia kerap mendengar materi tentang impian Amerika. Ia yakin benar suatu ketika impian Amerika akan terwujud. Setelah empat tahun tinggal di pengungsian, impian itu memang benar-benar terwujud. Ia dan keluarganya mendapat suaka dari pemerintah AS.

Pertama kali masuk AS, Ilhan hanya mengenal kata-kata dalam bahasa inggris, Yakni Hello dan Shut up. Ilhan belajar bahasa inggris selama tiga bulan hanya dengan menonton televisi.

Beranjak dewasa, ia jatuh cinta pada demokrasi yang berkembang di AS. Ia pun terjun ke dunia politik, awalnya sebagai aktivis pendampingan masyarakat. Inspirasi untuk terjun ke dunia politik itu, kata Ilhan, datang dari keluarganya yang selalu membicarakan politik, perkembangan berita dunia, dan demokrasi pada saat mereka makan malam bersama

“Sejak anak-anak saya jadi penerjemah kakek di pertemuan politik. Kakek juga yang membangkitkan minat saya pada politik. Meski sudah tidak ada, saya yakin dia ada disini menemani saya”. Kata Ilhan saat upacara pelantikan di kongres AS, pekan lalu

 

Incaran Media

Minnesota yang memiliki populasi Somalia terbesar di luar Somalia merupakan wilayah dengan isu kesenjangan sosial yang elbar antara kulit putih dan kulit berwarna. Ada kesenjangan berupa pendapatan, tingkat pengangguran tinggi, kemiskinan, dan capaian pendidikan yang memprihatinkan.

Ilhan bertekad menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat, seperti ketidaksetaraan pendapatan, beban berat utang atau pinjaman biaya pendidikan tinggi, dan sistem hukum yang harus direformasi. Ia lalu aktif di berbagai kegiatan kampanye politik hingga akhirnya mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Minnesota pada 2017. Ia berhasil menjadi anggota DPRD Minnesota saat itu.

Ilhan sering mengungkapkan ketidakpercayaannya pada segala capaian yang mengantarnya menjadi bagian dari wajah kongres AS. “Saya sering mau mencubit tangan saya sendiri karena akhrnya bisa berada disini”. kata Ilhan

 

Sumber : KOMPAS, SENIN 7 JANUARI 2019

Share this post

Post Comment