Gapkindo Minta Pemerintah Negosiasi Pembatasan Ekspor

Gapkindo Minta Pemerintah Negosiasi Pembatasan Ekspor

Para pelaku usaha komoditas karet berharap pemerintah mengintensifkan negosiasi terkait kesepakatan pembatasan volume ekspor karet dengan negara produsen karet yang tergabung dalam International Tripartite Rubber Council. Negosiasi itu dinilai penting untuk menaikkan harga karet di tingkat internasional dan meluruskan persepsi pasar mengenai stok karet di pasar dunia.

Negara produsen karet alam yang tergabung dalam International Tripartite Rubber Council (ITRC) adalah Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Saat ini, harga karet cukup rendah yaitu 1,4 dollar AS per kilogram. “Awal Desember lalu harganya 1,2 dollar AS per kilogram. Harga karet diharapkan bisa naik ke level 1,5 dollar AS sampai 1,6 dollar AS per kilogram,” kata Moenardji.

Penurunan harga karet di pasar internasional saat ini dinilai tidak terlepas dari pengaruh perdagangan bursa komoditas di Singapura dan stok produk karet jenis khusus atau tertentu (standard China rubber whole field/SCR-WF) di China yang menimbulkan persepsi bahwa stok produk karet jenis umum (TSR 20) yang secara volume banyak diperdagangkan dan digunaka di industri pengguna, seperti industri ban, berlimpah.

Selain itu, penentuan harga karet di bursa Singapura tidak merefleksikan dengan baik kondisi fundamental stok dan perdagangan karet jenis TSR 20 yang banyak diperdagangkan.

Moenardji menambahkan, produksi karet di Indonesia, produksi karet di Indonesia mencapai 3,6 juta ton per tahun. Konsumsi karet didalam negeri untuk industri pengguna seperti industri ban sekitar 600.000 ton. Dengan demikian, volume ekspor karet mencapai 3 juta ton per tahun. Dengan harga karet yang rendah harga di tingkat petani semakin tertekan.

Kerja Sama

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Perekonomian Musdhalifah Machmud mengatakan, pemerintah berupaya mengoptimalkan kerja sama dengan negar produsen lain, yakni Thailand dan Malaysia, untuk mengendalikan harga karet internasional.

Akan tetapi menurut Musdhalifah, harga karet mulai naik dari 1,2 dollar AS per kilogram menjadi 1,4 dollar AS per kilogram. Ke depan, program penanaman kembali tanaman karet diperlukan

 

Sumber : Jakarta, Kompas. Kompas 15 Januari 2019

Share this post

Post Comment